Saat ini, banyak orang lebih suka membeli komplek Perumahan. Tapi, tidak sedikit juga yang tertarik untuk tinggal di daerah perkampungan. Masing – masing tempat tinggal ini punya kelebihan dan kelemahan. Menurut UU No. 1 Tahun 2011 Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni. Namun, yang jelas, keduanya bisa dibeli melalui kredit atau angsuran melalui fasilitas KPR Bank.

Berikut adalah perbandingan antara rumah di komplek perumahan dengan perkampungan.

  1. Rumah yang ada di komplek perumahan umumnya dibuat dengan ukuran dan desai yang sama serta harga jualnya pun tidak jauh berbeda, tergantung apakah rumah tersebut berada di dekat jalan atau tidak. Meskipun berbeda namun selisihnya tidak terlalu banyak.
  2. Kondisi lingkungan sosial dan ekonomi di komplek perumahan juga cenderung seragam, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial atau kecemburuan sosial.
  3. Sementara untuk rumah yang di perkampungan, kondisi sosial dan ekonomi masing – masing pemilik rumah berbeda. Sehingga keadaan tersebut dapat menimbulkan rasa iri, sungkan dan sebagainya yang berkaitan dengan dengan hubungan kemasyarakatan.
  4. Tapi dari segi solidaritas, komplek perkampungan memiliki tingkat solidaritas yang tinggi. Sebagai contoh pada saat kita memerlukan bantuan akan lebih mudah didapatkan, berbeda dengan komplek perumahan, karena kaebanyakan orang yang tinggal diperumahan kurang peka terhadap lingkungan.
  5. Dari segi keamanan, komplek perumahan pasti jauh lebih aman dibandingkan dengan komplek perkampungan. Karena di komplek perumahan dijaga oleh satpam/security sehingga tingkat keamanannya lebih terjamin dibandingkan dengan komplek perkampungan sehingga tindak kriminal lebih sering terjadi di komplek perkampungan.
  6. Proses pendirian dan kualitas bangunan, biasanya rumah yang berada di komplek perumahan lebih bagus, dengan catatan pengembangnya yang memang sudah profesional dan ahli dalam bidangnya. Jadi meskipun tidak diawasi, kualitas bangunan akan lebih baik dan terjamin.
  7. Untuk rumah yang berada di perkampungan, biasanya bisa dibangun dari awal pondasi sampai siap huni, namun perlu waktu dan biaya yang tidak sedikit. Atau bisa dengan membeli dalam keadaan sudah jadi atau bekas (secondary). Sehingga si calon penghuni hanya melalukan pengecekan saja apakah bangunan tersebut masih layak huni atau tidak.

Perumahan atau komplek perkampungan tergantung dari kebutuhan masing – masing individu. Jika tidak ingin repot membangun rumah dari awal maka bisa mengambil keputusan untuk tinggal di komplek perumahan, selain tidak merepotkan memikirkan pembangunan, sertifikat, IMB, dan sebagainya, keamanannya pun sudah terjamin.

0 Komentar